Rabu, 09 Mei 2012

"PKS Mendingan Bubar Aja Deh..."

Bismillahirrahmanirrahim…
Kita berbicara tentang sebuah partai politik di Indonesia kali ini, bukan partai demokrat sang pemenang pemilu 2009 atau pun Golkar pemenang pemilu 2004 atau PDIP pemenang pemilu tahun 1999, partai ini belum pernah menjadi pemenang pemilu, prestasi terbaiknya “hanya” menduduki peringkat ke 4 di pemilu 2009 dan “gagal total” dalam target pencapaian nya yang ingin meraup 20 Juta suara di Pemilu 2009.
Namanya Partai Keadilan Sejahtera yang biasa di singkat dengan PKS, partai  yang didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil ‘Ula 1423 bertepatan dengan 20 April 2002, adalah kelanjutan Partai Keadilan yang didirikan di Jakarta pada hari Senin, tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1419 bertepatan dengan 20 Juli 1998.

Partai yang sudah melahirkan banyak nama yang memenuhi belantika politik Indonesia seperti Nurmahmudi Ismail ( mantan menteri kehutanan dan sekarang walikota Depok), Hidayat Nurwahid (mantan ketua MPR) Tifatul Sembiring (Menkominfo), Gatot Pudjo Nugroho (Plt. Gubernur Sumatera Utara), Ahmad Heryawan ( Gubernur Jawa Barat), Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat), Sa’adudin (Bupati Bekasi) dll, Partai ini pun banyak menghasilkan para politisi muda yang tak kalah cerdas dari para seniornya, sebut saja Anis Matta, Fahri Hamzah, Andi Rahmat, Mahfudz Sidiq, Nasir Djamil, Mustafa Kamal, serta barisan para wanita nya yang tak kalah hebat seperti Yoyoh Yusroh, Nursanita Naustion, Ledya Hanifa serta lain nya. Bukan di bidang politik saja, mereka pun banyak menelurkan para sastrawan hebat seperti Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, M. Yulius dan lain-lain.
Tapi bukan kehebatan nya yang akan kita bicarakan saat ini, karena nasib PKS saat ini begitu “memprihatinkan”, lihat saja beberapa hari lalu mereka di kejutkan dengan manuver dari mantan pendiri mereka sendiri, sang Presiden PKS di katakan sebagai mantan Mujahidin di Afghanistan yang membuat para pemilih PKS yang tidak terlalu “ekstrem” dalam masalah jihad memikirkan ulang untuk memilih PKS karena takutnya PKS punya “hidden Agenda” untuk Indonesia, lalu sang Presiden di laporkan ke BK karena menerima uang dari Jusuf Kalla yang sudah di bantah JK sendiri, dan sang pelapor tidak membawa bukti apa-apa selain “katanya”, lalu sekjen nya di laporkan ke KPK terkait penggelapan dana yang sudah di clearkan juga karena jumlah nya berbeda dengan yang di audit KPUD DKI kala itu, belum lagi masalah 3 petinggi nya yang poligami lalu laporan ke polisi tentang Presiden nya yang melakukan tindakan tidak menyenangkan (yang laporan nya di tolak polisi) terlihat bahwa memang PKS saat ini sedang memprihatinkan.
Lihat saja, mana ada liputan tentang pekerjaan para kadernya di tingkat grassroot, adakah liputan tentang Forsitma (Forum Silaturahmi Majelis Ta’lim) atau liputan bahwa kader-kader partainya selalu mengadakan bakti sosial di tiap 2 bulan nya?? Tidak ada, yang ada paling hanya cibiran bahwa mendekati majelis ta’lim karena ingin suara, “mengadakan baksos kok pake cerita-cerita itu riya nama nya” apalagi yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan ikan tapi pancing, baksos Cuma buat masyarakat jadi manja tidak mau bekerja, semua ini PKS lah penyebab nya!!!
Ketika RATUSAN RIBU kadernya turun ke jalan untuk menyuarakan keadilan untuk sesama di belahan bumi lain nya, media pun melakukan korupsi berita, paling hanya di tulis ratusan atau ribuan, dan komentar yang akan muncul hanya “PKS selalu membuat sulit warga Jakarta dengan demo nya, buat macet aja!!!” semua ini PKS lah penyebab nya!!!
Tak pernah ada juga liputan tentang kader-kadernya yang berjasa, mereka lupa perda larangan merokok lahir dari para anggota DPRD dari PKS, kenaikan gaji PNS dan tunjangan Kinerja Daerah untuk PNS DKI pun lahir dari tangan-tangan mereka, yang ada hanya “larangan merokok melanggar hak manusia dan menaikkan tunjangan PNS hanya membuat sembako tambah melambung” semua ini PKS lah penyebab nya!!
Bukan hanya dari kalangan external, dari kalangan umat Islam pun PKS seperti “pesakitan” mereka di anggap berdakwah dengan cara yang haram, demokrasi itu haram!!! Karena Mayoritas ulama mengatakan itu (yang ketika di tanyakan siapa saja ulama nya tidak pernah di jawab) padahal ini hanya masalah khilafiyah saja, PKS juga di anggap telah keluar dari ciri khas dakwah mereka, semua nya sekarang berjas dan naik mobil mewah, “biasa nya tuh PKS jalan kaki, masak sekarang naik mobil, gak militan!!” Sudah keluar dari khithah nya, karena para petinggi nya sudah hubbuddunya (cinta dunia) maka para umat Islam hari ini pun semakin banyak yang mengejar dunia, semakin banyak membuat usaha biar dapat penghasilan yang banyak… semua ini PKS lah penyebab nya!!!
Mereka pun sekarang serba salah, seperti cerita tentang poligami misalnya, ketika ada yang mengatakan bahwa poligami beberapa petinggi PKS bermasalah, maka semua mencaci…”astaghfirullah ustadz kok begitu, pada zina semua” tapi ketika di tegaskan tidak ada yang bermasalah, karena PKS tidak melarang poligami semua mencaci juga “ustadz gatell doyan nya kawin doang”
Ketika berita keburukan mereka ada di suatu media, lihatlah link-link lain nya tentang berita itu, banyak sekali ada puluhan yang jika kita buka satu persatu inti pemberitaan nya sama, Cuma judulnya saja, media sedang menggiring pembaca mau baca berita yang mana saja, media sedang menghidangkan para pembaca judul yang berbeda, terserah mau baca yang mana intinya PKS buruk citra nya.
Kalian pasti pernah dengan berita bahwa anggota dewan PKS tertanggap main judi kan?? Pasti, karena itu semua ada di media, tapi pernah tau kan kalian bahwa anggota dewan nya sudah di pecat?? Tahukah bahwa anggota dewan nya dari unsur eksternal PKS? Yang di rangkul untuk memastikan bawah PKS memang sudah terbuka?? Hhmm sepertinya itu bukan berita yang bagus buat media, kecuali beberapa saja. Karena Bad news tentang PKS adalah Good News untuk media.
Sekarang posisi mereka serba salah,  ketika era tanzhimi dulu kader PKS di katakan eksklusif, tidak membaur dan ini tidak akan memuluskan dakwah nya, karena Islam itu rahmatan lil alamin tidak tersekat semua harus bisa menerima manfaat dari Islam, karena Islam bukan hanya untuk kader saja tapi untuk seluruh lapisan masyarakat, tapi ketika PKS memproklamasikan bahwa mereka menjadi partai terbuka, siapa saja boleh jadi anggota nya (bukan kader) mereka pun di caci, menghalalkan segala cara untuk dapat suara, berteman dengan kafir bahkan ada yang mengatakan semua nya akan masuk neraka (kayak neraka punya dia aja)
PKS oh PKS kasihan sekali nasib kalian, apapun yang kalian lakukan akan ada penentang nya, mending mundur sajalah, bubarkan partai nya kan enak tidak perlu mendengar cibiran banyak orang? Iya kan? Jangan nekad deh PKS…  ada bom buku di utan kayu aja kalian kena getahnya, jangan-jangan ketika misalkan kader kalian menjadi presiden suatu saat nanti akan ada kudeta berdarah dari masyarakat, karena kalian tidak pernah di suka…
Tapi ya kalau kalian tetap nekad, tetap kuat dengan cibiran semua pihak, tetap kokoh strukturnya, tetap membaca Qur’an walau buat acara di hotel, tetap membina ribuan halaqah yang di dalam nya membicarakan kebaikan saja, tetap banyak mendirikan SDIT dan pesantren-pesantren tahfizh, tetap kuat bekerja di grassroots, membina majelis ta’lim, membina pengajian kantoran, pengajian karang taruna, membina banyak majelis ta’lim membina rohis-rohis sekolah dan LDK kampus tanpa pengharusan untuk memilih PKS di pemilu nantinya… ya sudah saya tidak bisa banyak berkata- kata, kau teruskan saja apa yang selama ini sudah kau lakukan wahai PKS.
Dan izinkan aku ada di dalam barisan kalian, seraya meneriakkan takbir dan berkata “bekerja untuk Indonesia adalah ibadah”.

oleh: Fuad Aris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar